Sabtu, 09 Oktober 2010

Puisi surat untuk nenek

Saat hati menggambar wajahmu nenek.
Dan surga bersinar ditelapak kakimu, wahai ibu dari mamaku.
Mematangkan butiran cinta, melepas cahaya rindu didalam jantungku
Kutegakkan usaha dan doa bersama harum nasehatmu
Kepak sayap kasihmu menembus kabut ketegaranku
Kerlip bintang ikhtiar dengan doamu nenek, seperti kunang kunang duniawi
Doakanku merengkuh hidup
Rindu Jiwaku diantara gelombang samudera harapan dan mimpi
Dalam purnama hatimu nenek

Terima kasih mama

Beribu titik kasih sayang membentuk seutas sungai ketulusan dan selingkar danau kelembutan hatimu, ibu
Menabur warna sejuta langit, surga ditelapak kakimu mama
Dihangat yang ditebarkan bulan dua puluh lima tahun silam, aku meyambut dunia dipelukmu dan keluarga
Dengan getar doa kuberterima kasih padamu bunda, dihari lahirku.

Doa tuk uwa

Dilangit timur, ditanda waktu menjelma setiap harinya.
Bersama rekah pagi, yang menghiasi musim semi jiwa
Dari keheningan hati paling bening, menggapai wangi bunga di pesonamu.

Melukis anggunmu didalam doaku
Kuberdoa ya ALLAH wahai penguasa langit dan bumi
Berikanlah uwa segala berkah dan kasih sayangmu, serta panjangkanlah umurnya
Ya ALLAH berilah ia kebahagian dan sejukkanlah hatinya
Amien

Sabtu, 07 Agustus 2010

MIMPI ADZAN SUBUH

Menjelang subuh, simpul simpul awan berwarna perak mendongkak langit.
Bergulung gulung menyamarkan bintang, ketika mimpi terdampar dipenjagaan malaikat.
Menabur emas cahaya mentari bersama kerincing adzan subuh.

Melalui sayap malaikat yang terbang, memandang ruas alam semesta.
Dilangit timur, ditanda waktu menjelma setiap harinya.
Bersama rekah pagi yang menghiasi musim muda
Mimpi berdebar berhembus dalam kemilau usaha

Sabtu, 26 Juni 2010

Syair Tuk Seorang Ibu

Dicantiknya yang lahir dari cinta.
Puluhan peristiwa bertukar warna.
Gigihmu menggengan kasih.
Kesemua ruas semesta hidupku.
Menyejukkan dunia, dilebur diri ini yang kerap terasing
Kekuatan dan keanggunan menyatu dalam mu, ibu

Sabtu, 19 Juni 2010

Puisi tuk mama dan uwa tercinta

Bunda, kaulah sejuk dari sebuah fajar yang diciptakan tuk anakmu.
Dari keheningan hati paling bening, berbisik pada kasih sayangmu yang berhembus
Menggapai wangi bunga matahari di pesonamu, tempat bidadari menebar sinar
Mempercayai jingga hati, melukis anggunmu dalam doaku

Dengan cinta
  Anakmu


Siti Halimah

Sabtu, 05 Juni 2010

Wahai wanita jangan bersedih

Engkau,,,
sekokoh mawar menabur wanginya ketika meneteskan embun.
Sesejuk kabut menggetarkan kepungan seluruh ujian.
Bersama melajunya musim menjadi putaran planet.
Lekuk jalan sepanjang tepian hidup menghuni doa langit tuk mu.
Tegarmu dalam pusaran jiwa, bagai semesta kecil dalam arus kehidupan.